LUAR BIASA!! Ternyata Kulit Pisang dan Kulit durian bisa diolah menjadi Energi Listrik!

Loading...
Loading...
► Fakta dari kulit pisang dan kulit durian

Kulit pisang dan kulit durian mengandung unsur-unsur kimia dari sumber listrik seperti natrium, kalium, dan magnesium.


Caranya :

  • Kulit pisang dan durian di iris tipis-tipis.
  • Kulit pisang dan kulit durian yang sudah diiris kemudian diblender sampai halus.
  • Batu baterai yang sudah tidak terpakai, buka dan kosongkan isinya dengan menggunakan pisau, kemudian masukkan irisan kulit pisang dan kulit durian yang sudah dihaluskan ke dalam baterai kosong itu, lalu di padatkan dengan obeng, di tutup rapat dan di segel kembali.

Untuk mengetahui energi listrik yang dihasilkan dai kulit pisang dan kulit durian tadi, kita bisa menggunakan avometer yang sudah disediakan.

Hasil yang di dapatkan bahwa kulit pisang menghasilkan tegangan sebesar 1,3 volt, sedangkan kulit durian menghasilkan tegangan sebesar 1,5 volt. Yang harus di perhatikan adalah kadar air, kandungan kalsium, natrium dan magnesium yang terdapat di dalam kulit pisang maupun kulit durian tersebut. Semakin bagus kandungan tersebut, makin bagus pula sumber listrik yang di hasilkan.

► Beberapa penelitian-penelitian yang sudah dikembangkan

Australia

Tak hanya kulitnya,sumber listrikpun di dapat dari buahnya.pembangkit listrik berbahan bakar pisang di kembangkan para insinyur University of Queensland di Brisbane, Australia. Mereka berharap dapat membangun pembangkit listrik dengan skala besar yang mampu menyalurkan listrik ke 500 rumah. Ide ini bermula dari cara pandang mereka terhadap berlimpahnya hasil panen pisang di daerah itu.hasil pisang yang berlimpah mengakibatkan buah pisangpun tidak semuanya dapat masuk ke toko-toko buah dan di biarkan membusuk di tanah.

Di daerah itu terdapat 11 ribu hektare kebun pisang dari 600 petani pisang.setiap tahunnya lebih dari 20 ribu ton yang tidak dapat masuk ke toko buah dan di biarkan membusuk di tanah. Itulah alasannya mengapa Australian Banana Growers’ Council menemui dokter Bill Clarke, dosen teknik di University of Queensland dan mengajukan gagasan untuk menjadikan pisang-pisang itu sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik. Teknologinyapun terbilang sederhana yaitu dengan memasukan pisang-pisang ke dalam peti penampungan yang tertutup rapat.pisang-pisang itu di biarkan terdekomposisi sehingga menghasilkan gas metana.kemudian gas yang di hasilkan menjadi sumber tenaga untuk turbin yang menghasilkan listrik.

Kudus, Jawa Tengah, Indonesia

Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, Huwaidah Najla, juga meneliti kulit durian untuk sumber energi listrik. Caranya sama, isi baterai yang mengandung mangan, besi, karbon, dan tembaga diganti kulit durian bagian dalam yang mengandung kalium dan natrium. Tegangan atau daya yang dihasilkan mencapai 1,25 volt. Karya tersebut mengantarkan Huwaidah dalam APEC Future Scientist Conference, Taiwan, 10-16 April 2011.

Pada 10 April 2012, siswa SMA Negeri 2 Kudus, Wildan Sheila Audina, diikutsertakan dalam Konferensi Anak Asia Pasifik berbakat di Taiwan setelah meneliti hal yang sama. Tegangan yang dihasilkan mencapai 1,5 volt dan baterai bisa bertahan lima hari.

Sumenep, Jawa Timur, Indonesia

Penelitian terhadap kulit durian juga dilakukan Ruka’iya, siswa SMA 3 Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Oktober 2011, dan siswa Madrasah Aliyah Negeri Kampar, Riau, Februari 2012. Hasilnya satu baterai dengan bahan dasar kulit durian bisa menghasilkan tegangan 1,25 volt, juga bertahan lima hari. (Kompas, 17 Desember 2012/ humasristek)

Cerme, Gresik, Jawa Timur, Indonesia

Hasil riset siswa SMK N 1 Cerme diikutkan pada Gelar Karya dan Pameran SMK dan Perguruan Tinggi di Jatim Expo pada pertengahan September lalu. Sebelumnya, hasil karya tersebut diikutkan dalam pameran inovasi pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Mei lalu di Jakarta. Lalu, pada pertengahan Oktober dilombakan di ajang kreativitas Jawara SMK di Malang.

Baterai yang dibuat diberi label ”Nice Dry Cell”. Nice kependekan dari Negeri 1 Cerme. Tegangan yang dihasilkan sudah sama dengan baterai pabrikan, yakni 1,5 volt. Akan tetapi, perlu inovasi agar bisa bertahan lama seperti baterai pabrikan. Umumnya baterai dengan sumber energi dari kulit durian dan kulit pisang hanya bisa bertahan lima hari.

Sumber : Kaskus
Loading...