Terungkap! Ini dia Alasan Mengapa Daging Kambing Dinilai Lebih Menyehatkan!

Loading...
Loading...
Penjualan daging kambing sejak 2 dekade terakhir mengalami peningkatan sebanyak 9 kali lipat.
Daging kambing yang merupakan makanan pokok di Timur Tengah, Afrika Utara, dan budaya Karibia, kini telah merambah ke Amerika serta Eropa sebagai pilihan selain daging sapi.

Erin Fairbanks, asisten direktur penjualan di khusus daging Heritage Foods USA mengatakan, “Dengan pengolahan yang baik, daging kambing memiliki rasa yang mirip dengan daging sapi. Sehingga daging kambing kini menjadi pilihan lain sebagai santapan daging merah.”


Bila dibandingkan dengan daging sapi, dalam sajian 85 gram, daging kambing memiliki jumlah protein yang sama dengan daging sapi. Namun, kalori yang dimiliki daging kambing hanya 122 kalori, sedang daging sapi 235 kalori.

Bahkan, meskipun termasuk dalam kelompok daging merah, daging kambing memiliki 6 kalori lebih sedikit per porsi ketimbang daging ayam tanpa kulit.

Perbedaannya memang tak seberapa besar, namun informasi ini dapat menjadi berita “besar” mengingat reputasi ayam yang sejak dulu dianggap sebagai daging paling rendah kalori yang Anda makan.

Untuk mendapatkan kualitas daging kambing terbaik, anda bisa memakan daging kambing tanpa lemak.

Daging kambing juga sebaiknya dimasak pada suhu rendah. Karena sifat daging yang rendah lemak, maka daging kambing dapat mengering lebih cepat dan keras bila dimasak dalam suhu tinggi.

Tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, daging kambing juga baik untuk kesehatan planet ini.

Peternak kambing tidak diperbolehkan untuk menggunakan hormon, kambing yang umumnya diternakkan pada pertanian skala kecil juga dinilai tumbuh lebih alami sebagai pemakan rumput.


Pengetahuan Penting! Ternyata Daging Kambing Rendah Kolesterol Jika Dibandingkan Dengan Daging Sapi!

Seringkali orang-orang khawatir tentang kandungan kolesterol dari daging kambing dan juga terhadap kandungan lemaknya sehingga mereka lebih memilih daging-daging dari sapi maupun kerbau. Tapi ternyata baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata daging kambing memiliki kolesterol dan lemak yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan kerbau jika jumlahnya sama. Dan ketika memilih daging kambing, pastikan memilih daging yang lebih muda karena kadar lemak dan kolesterol yang dimiliki masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kambing yang sudah dewasa.

Khasiat dari daging kambing juga lebih banyak, bukan hanya karena bebas dari kolesterol saja. Daging dari hewan yang satu ini dikenal sebagai daging yang memiliki banyak mineral dan vitamin-vitamin yang berguna untuk kesehatan tubuh. Zat-zat penting ini bisa ditemui dalam jumlah yang jauh lebih banyak jika kita mencarinya pada daging kambing yang umurnya jauh lebih muda, yaitu sebisa mungkin yang umurnya masih ada di bawah 1 tahun. Adapun kandungan-kandungan positif yang bisa didapat adalah:

• Seng
• Vitamin B12
• Zat besi
• Protein

Ini yang Menyebabkan Daging Kambing Menjadi Jauh Lebih Berbahaya dari Seharusnya

Jika ternyata daging kambing rendah kolesterol, berarti bolehkah mengkonsumsinya terus-menerus tanpa jeda dan sebanyak mungkin? Eits, tunggu dulu, kita masih harus mencari tahu bagaimana cara memasaknya karena jika tidak tepat justru kita malah meningkatkan kadar lemak dan kolesterol yang ada pada santapan kita. Bukan karena daging kambingnya, tapi justru karena makanan-makanan lain yang menjadi pendamping dari si kambing ini.

Untuk contoh kali ini kita akan mengambil sate kambing, dimana biasanya orang-orang yang menjual sate kambing akan menggunakan daging yang bukan lagi diambil dari kambing muda, melainkan kambing tua yang lebih tinggi kolesterol dan lemaknya. Belum lagi mereka biasanya tidak hanya menggunakan daging dari kambing tersebut tapi juga lemak-lemak yang ada atau mungkin gajihnya dimana bagian-bagian tersebut adalah bagian yang kadar lemaknya paling tinggi dari bagian kambing yang lainnya. Jika kita memasak sendiri akan jauh lebih baik, karena kita bisa memilih daging kambing yang masih muda dan hanya menggunakan dagingnya saja tanpa lemak atau gajih yang membuatnya sedikit lebih sehat.

Contoh lainnya adalah gulai kambing, dimana untuk menyamarkan bau yang ditimbulkan oleh daging kambing, proses pemasakan ditambahkan banyak rempah-rempah sana-sini dan belum lagi siraman santan yang amat kental. Justru santan ini yang menjadi penyebab dari banyak penyakit yang terjadi seusai seseorang mengkonsumsi gulai kambing secara berlebihan.

Sering juga didengar berita bahwa banyak yang meninggal terkena serangan jantung setelah makan daging kambing. Untuk hal ini, tidak etis rasanya jika kita tidak menimbang-nimbang kemungkinan lainnya yang bisa saja terjadi. Memang, sejatinya daging yang warnanya merah tidak boleh terlalu banyak. Lagipula penelitian sudah membuktikan bahwa ternyata daging kambing rendah kolesterol.
Loading...