Ibu Guru Cantik Ini Main Kuda-Kudaan Dengan 5 Muridnya, Akhirnya Malah Masuk Penjara

Loading...
Loading...
Sebagai orangtua, memberikan pendidikan dasar pada anak penting untuk dilakukan, sebagai ‘aset’ bagi kemajuan di masa depan. Namun bukan hanya itu, pendidikan seputar agama juga tak kalah penting. Selain di sekolah, pendidikan agama juga bisa didapat di luar, seperti mengaji.

Tapi para orangtua harus lebih selektif lagi dalam memilih guru untuk mengajar anak mengaji. Jangan sampai, anak-anak berada di naungan orang yang salah, yang bahkan bisa menjerumuskan mereka pada perbuatan menyimpang.


Seperti kejadian berikut ini. Seorang guru ngaji wanita mengajak dan memaksa kelima muridnya untuk main ‘kuda-kudaan’.

Dari kelima korban, tiga diantaranya perempuan, yakni MA (8), MK (8), dan NK (8). Sementara dua korban laki-laki masing-masing berusia 11 tahun dengan inisial, SS dan AL.

Melansir inilahjambi.com, korban AL adalah sasaran pertama NU (31) untuk melampiaskan hasratnya. Kala itu, tahun 2017, korban diajak oleh pelaku untuk masuk ke kamar di kediamannya di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

“Modus tersangka dengan menunjukkan video klip musik dari handphonenya lalu mengajak korban masuk ke kamar,” terang Waka Polres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro didampingi Kasat Reskrim Iptu Reski Kholiddiansyah.

Setelah berhasil menjebak korban masuk ke kamar, barulah wanita lajang ini melancarkan aksinya dengan mengajak AL untuk bermain “keluar-masuk kemaluan”.

“Yuk main masuk-masukan kemaluan, tidak apa-apa, tidak berdosa,” tutur Kompol Edwin, menirukan ucapan NU kepada AL.

Setelahnya, korban berikut menyasar pada korban SS, yang diajak masuk ke kamar untuk main “cium-ciuman”.

“Korban SS sempat menolak, ‘Jangan bunda, nanti dosa’. Namun NU yang sudah memuncak syahwatnya kemudian menjawab, ‘Tidak apa-apa, gak dosa’,” terang Kompol Edwin.

Dengan modus yang sama, NU melakukan pencabulan kepada tiga murid perempuan lainnya.

Perbuatan bejatnya ini pun telah berlangsung selama setahun hingga akhirnya kasusnya terbongkar, dan NU ditangkap pada Senin 28 Januari 2019 lalu.

NU yang tertunduk malu saat konferensi pers mengiyakan semua perbuatan bejatnya, dan mengaku, “Saya melakukannya karena saya suka.”
Loading...